Friday, 27 November 2009

DARI PERTAMINA: ARTIKEL TEKNOLOGI


Pertamina Articles

Artikel - Teknologi

EFEK RUMAH KACA & AKIBATNYA


EFEK RUMAH KACA & AKIBATNYA
Ketika udara Jakarta semakin panas, banyak orang, komentator, pengamat, atau yang disebut pakarmengatakan bahwa hal ini akibat dari pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya efek rumah kaca. Hal ini banyak benarnya. Hanya saja ketika para komentator tersebut memberi komentarnya, jarang atau hampir tidak ada yang memberi penjelasan tentang apa sebenarnya efek rumah kaca itu dan bagaimana terjadinya.

Efek rumah kaca atau dalam bahasa asingnya dikenal dengan istilah green house effect adalah suatu fenomena dimana gelombang pendek radiasi matahari menembus atmosfer dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang tersebut dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tidak seluruh gelombang yang dipantulkan itu dile -pas kan ke angkasa luar. Sebagian gelombang panjang dipantulkan kembali oleh lapisan gas rumah kaca di atmosfer ke permukaan bumi. Gas rumah kaca adalah gas-gas di atmosfer yang memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi matahari yang dipantulkan oleh bumi sehingga bumi menjadi semakin panas.

Perubahan panjang gelombang ini terjadi karena radiasi sinar matahari yang datang ke bumi adalah gelombang pendek yang akan memanaskan bumi. Secara alami, agar tercapai keadaan setimbang dimana keadaan setimbang di permukaan bumi adalah sekitar 300 K, panas yang masuk tadi didinginkan. Untuk itu sinar matahari yang masuk tadi harus diradiasikan kembali. Dalam proses ini yang diradiasikan adalah gelombang panjang infra merah.

Proses ini dapat berlangsung berulang kali, sementara gelombang yang masuk juga terus menerus bertambah. Hal ini mengakibatkan terjadinya akumulasi panas di atmosfer, sehingga suhu permukaan bumi meningkat. Hasil penelitian menyebutkan bahwa energi yang masuk ke permukaan bumi: 25 % dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfir, 25 % diserap awan, 46 % diabsorpsi permukaan bumi, dan sisanya yang 4 % dipantulkan kembali oleh permukaan bumi (beberapa penelitian memberikan hasil yang berbeda).

Efek rumah kaca itu sendiri terjadi karena naiknya konsentrasi gas CO2 (karbondioksida) dan gas-gas lainnya seperti sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), gas metan (CH4),kloroflourokarbon (CFC) di atmosfir. Kenaikan konsentrasi CO2 itu sendiri disebabkan oleh kenaikan berbagai jenis pemba-karan di permukaan bumi seperti pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara, dan bahan-bahan organik lainnya yang melam-paui kemampuan permukaan bumi antuk mengabsorpsinya. Bahan-bahan di permukaan bumi yang berperan aktif untuk mengabsorpsi hasil pembakaran tadi ialah tumbuh-tumbuhan, hutan, dan laut. Jadi bisa dimengerti bila hutan semakin gundul, maka panas di permukaan bumi akan naik.
Energi yang diabsorpsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Hanya saja sebagian sinar infra merah tersebut tertahan oleh awan, gas CO2, dan gas lainnya sehingga kembali ke permukaan bumi. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lain di atmosfer maka semakin banyak pula gelombang panas yang dipantulkan bumi diserap atmosfer. Dengan perkataan lain semakin banyak jumlah gas rumah kaca yang berada di atmosfer, maka semakin banyak pula panas matahari yang terperangkap di permukaan bumi. Akibatnya suhu permukaan bumi akan naik.

Dengan meningkatnya suhu permu-kaan bumi akan mengakibatkan perobahan iklim yang tidak biasa. Selain itu hutan dan ekosistem pun akan terganggu. Bahkan dapat mengakibatkan hancurnya gu-nung-gunung es di kutub yang pada akhirnya akan menga-kibatkan naiknya permukaan air laut sekaligus menaikkan suhu air laut.

Fenomena efek rumah kaca atau green house effect ini pertama kali ditemukan oleh fisikawan Perancis Joseph Fourier pada 1824 dan di-buktikan secara kuantitatif oleh Svante Arrhenius pada 1896. Penyebutan nama efek rumah kaca sebenarnya didasar-kan atas peristiwa alam yang mi-rip dengan yang terjadi di rumah kaca yang biasa digunakan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan untuk menghangatkan tanaman di dalamnya. Panas yang masuk ke dalam rumah kaca akan sebagian terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.

Dalam bahasa yang sederhana, proses terjadinya efek rumah kaca adalah demikian: panas matahari merambat dan masuk ke permukaan bumi. Kemudian panas matahari tersebut akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa melalui atmosfer. Sebagian panas matahari yang dipantulkan tersebut akan diserap oleh gas rumah kaca yang berada di atmosfer. Panas matahari tersebut kemudian terperangkap di permukaan bumi, tidak bisa melalui atmosfer. Sehingga suhu bumi menjadi lebih panas.
Sudah disebutkan diatas bahwa efek rumah kaca terjadi karena emisi gas rumah kaca. Meningkatnya gas rumah kaca tersebut dikontribusi oleh hal-hal berikut:


Energi

Pemanfaatan berbagai macam bahan bakar fosil atau BBM (bahan bakar minyak) memberi kontribusi besar terhadap naiknya konsentrasi gas rumah kaca, terutama CO2. Kita lihat mayoritas kendaraan bermotor masih menggunakan BBM. Pabrik-pabrik pun juga. Selain BBM, yang paling banyak menghasilkan gas rumah kaca adalah batu bara yang melebihi BBM. Sebagai gambaran, untuk menghasilkan energi sebesar 1 KWh, pembangkit listrik yang meng-hasilkan batu bara mengemisi gas rumah kaca sekitar 940 gr CO2, sementara pembangkit listrik yang menggunakan minyak bumi untuk menghasilkan energi yang sama menghasilkan emisi gas rumah kaca sekitar 581 sampai dengan 798 gr CO2. Sedangkan pengemisi terbesar adalah industri dan transportasi.



Kehutanan

Salah satu fungsi hutan adalah sebagai penyerap emisi gas rumah kaca. Karena hutan dapat mengubah CO2 menjadi O2. Sehingga perusakan hutan akan memberi kontribusi terhadap naiknya emisi gas rumah kaca.

Pertanian dan Peternakan
Di sektor ini emisi gas rumah kaca dihasilkan dari pemanfaatan pupuk, pembusukan sisa-sisa pertanian dan pembusukan kotoran-kotoran ternak, dan pembakaran sabana. Di sektor pertanian, gas metan (CH4) yang paling banyak dihasilkan.



Sampah

Sampah adalah salah satu kontributor besar bagi ter-bentuknya gas metan (CH4), karena aktivitas manusia sehari-hari. Sejauh ini kita masih melihat efek rumah kaca sebagai hal yang merugikan manusia, namun tidak demikian sebenarnya. Tanpa efek rumah kaca, bumi kita ini akan sangat dingin seberti bukit es. Efek rumah kacalah yang membuat bumi ini hangat dan laik huni. Hanya saja sebisa mungkin harus ditekan naiknya gas rumah kaca yang akan meningkatkan efek rumah kaca agar suhu bumi tidak semakin panas. Efek rumah kaca sudah banyak diman-faatkan di Eropa oleh para petani, terutama di musim dingin agar tanamannya tetap hangat. IPB pun melalui Pusat Pengembangan Ilmu Teknik untuk Pertanian Tropika (CREATA) sudah ikut memanfaatkan teknologi efek rumah kaca dengan membuat alat pengering berben-tuk limas segi enam yang diberi nama ELC-05.

Selain menyebabkan efek rumah kaca, beberapa gas polutan yang telah kita sebutkan di atas juga berpotensi menyebabkan penipisan lapisan ozon, yang akan menye-babkan semakin banyak sinar ultra violet masuk ke permukaan bumi yang diduga dapat menyebabkan kanker kulit, penyakit katarak, menurunnya kekebalan tubuh, bahkan menurunkan hasil panen. Salah satu yang sangat berperan dalam penipisan lapisan ozon adal kloroflo-rokarbon (CFC) yang masih banyak kita jumpai dipasang di AC, walaupun sudah dilarang pemerintah. (Gilbert Hutauruk - SBTI)

Monday, 2 November 2009

BERITA PERTAMINA: HARGA BBM


Cyber News

Harga BBM Non-Subsidi Periode 1 November 2009

Jakarta, Sunday, November 01 2009 (00:00)
Terhitung tanggal 1 November 2009 pukul 00.00 WIB harga BBM non-subsidi Pertamina yang terdiri dari Pertamax, Pertamax Plus, Bio Pertamax, Pertamina Dex, dan Pertamina Dex Kemasan di sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami perubahan harga. Perubahan harga ini menyesuaikan perkembangan MOPS yang naik sebesar 7,7% - 10,1% dan menguatnya Kurs tengah BI sebesar 1,77% serta pertimbangan perkembangan harga pasar.

Untuk menyediakan informasi mengenai produk Pertamax bagi pelanggan setianya, Pertamina meluncurkan situs web korporatpertamax.pertamina.com. Ini adalah bukti bahwa Pertamina tidak pernah berhenti berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan produknya melalui Pertamina Way.

Selain sebagai penyedia informasi mengenai semua hal yang berkaitan dengan pertamax, pertamax.pertamina.com juga sebagai wadah informasi dunia otomotif dan dapat dijadikan ajang partisipasi bagi para penggiat komunitas otomotif untuk turut ikut serta dalam pengisian content ataupun terlibat langsung dalam berbagai event Pertamina.

Sebagai situs Pertamina pertama yang menyatukan elemen jejaring sosial meliputi Twitter dan facebookpertamax.pertamina.com semakin memperkuat komitmen  Pertamina dalam berhubungan langsung dengan pelanggannya.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai fitur situs Pertamax ini, silahkan kunjungi pertamax.pertamina.com. Untuk bergabung dengan FacebookPertamax Indonesia, bisa diakses di

http://www.facebook.com/pages/Pertamax/87922353816?ref=ts.

Dan bergabunglah dengan halaman twitter Pertamax di

http://www.twitter.com/pertamaxid


Daftar Harga Produk BBM Non-subsidi Pertamina 
untuk Periode 1 November 2009


Jenis BBK/ Lokasi
Harga Jual SPBU 
01 November 2009 
(Rp)

Harga Jual SPBU
15 Oktober 2009
(Rp)
I. PERTAMAX PLUS
- Batam
6.300
6.200
- UPms I
6.900
6.800
- SPBU Medan Bersaing
6.800
6.700
- UPms III
6.6006.500
- UPms IV
7.0006.900
- UPms V 6.900
6.800 
- UPms VI
6.9006.800
II. PERTAMAX
- UPms I
6.5006.400
- SPBU Medan Bersaing
6.4006.300
- UPms II
6.5006.400
- Bangka
7.7507.650
- UPms III
6.0605.900
- SPBU Bersaing
6.0005.900
- SPBU Extra Bersaing
5.9505.800
- UPms IV
7.0506.800
- UPms V 6.5006.400 
- Bali
6.5006.400
- NTB
7.375
7.375
- UPms VI
6.5006.400
- UPms VII
6.5006.400
- Palu
7.8007.650
- Kotamobagu
8.500
-
- Gorontalo
8.200
-
- Kendari
8.000
-
- Tomohon
8.900
-
- Bitung
8.900
-
- Manado
8.800
-
III. BIO PERTAMAX
- UPms III (Jakarta)
6.0505.900
- SPBU Bersaing 
6.0005.900
- SPBU Extra Bersaing 5.9505.800
- UPMS V 6.5006.400
- Bali 6.5006.400 
IV. PERTAMINA DEX SPBU
- UPms III
6.9006.500
- UPms IV dan V
6.9006.500
 

Harga Jual Pertamina Dex Kemasan
Harga produk Pertamina Dex Kemasan sebagai berikut :

UPMS III 
UPMS IV 
 

01 November
2009
15 Oktober
2009

 
01 November
2009
15 Oktober
2009
Pertamina Dex 
Pertamina Dex
Kemasan + isi: 
Kemasan + isi:
Kemasan 10L
94.00090.000
Kemasan 10L
98.00094.000
Kemasan 20L
186.000178.400
Kemasan 20L
194.000186.000
Isi/ refil: 
Isi/ refil:
Kemasan 10L
78.00074.000
Kemasan 10L
82.00078.000
Kemasan 20L
155.000147.000
Kemasan 20L
163.000155.000
Written by DIVISI KOMUNIKASI

Saturday, 24 October 2009

SEJARAH GEOLOGI, PERLU ITU!

Oleh Jajang Suryana


Materi ajar dalam kurikulum sekolah-sekolah kita, sekalipun telah diarahkan untuk mendekati lingkungan, yaitu melalui KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), tapi ternyata masih belum banyak menyentuh kesadaran kepemilikan atas tanah air, bumi pertiwi. Apa buktinya? Banyak hal yang disampaikan dalam materi-materi ajar dari tingkat TK hingga perguruan tinggi yang cenderung mengacu kepada teori dan dominasi pola pikir milik masyarakat lain. 


Periksa materi ajar sejarah. Hingga kini belum banyak yang "mau" mengungkap bagaimana keberhasilan ekonomi, tata kelola sosial-kemasyarakatan, dan benda-benda budaya (secara lengkap, tidak sekadar hasil seni bangunan dan arca!), yang pernah dicapai masyarakat masa lalu. Bagaimana kondisi Sriwijaya, Majapahit, dan Mataram secara jernih. Apa yang prestasi hidup masyarakatnya. 


Sumber teori kesejarahan kita, boleh jadi, masih berat ke "kebutuhan keamanan para penjajah". Sejarah versi penjajah yang telah dibukukan, kemudian menjadi buku babon, seolah sampai di situ saja. Padahal bisa dilakukan revitalisasi materi melalui penelitian dan penelusuran baru yang lebih Indonesia. Prof. Sudjoko (alm), sekalipun lebih mendalami bidang kesenirupaan, tetapi juga sangat peduli terhadap kesejarahan yang mendalam. Ia pernah bercerita, berdasarkan data, bahwa Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi DTB (Daerah Tujuan Belajar) pada masanya. Kerajaan memiliki pustakan yang sangat lengkap, asrama yang menyenangkan siswa, dan dihuni oleh murid-murid dari berbagai penjuru negara yang bertetangga. Istilah Jawadwipa dan Suarnadwipa yang pernah disebut-sebut, juga terkait dengan prestasi sosial kemasyarakatan masyakakat Nusantara. 


Temuan hasil inderaja (penginderaan jarak jauh menggunakan satelit) yang pernah dipaparkan oleh Prof. Primadi Tabrani, juga dari FSRD ITB, yang pernah mendapat tugas dari negara menjadi pengolah hasil inderaja, sungguh mencengangkan. Temuan itu menggambarkan bagaimana tata kota Kerajaan Majapahit yang sangat maritim, dengan pola kota yang sama dengan pola kota modern di Eropa. Temua artefak yang juga sangat mencengangkan karena tidak jauh berbeda dengan benda-benda masa kini. Salah satu yang kecil saja misalnya, telah adanya model papping stone yang melengkapi halaman. Semua itu menjadi bukti temuan yang mestinya menjadi bahan ajar bagi generasi masa kini, dalam buku-buku sejarah, misalnya.  


Kini, kita kerap dihebohkan dengan peristiwa gempa bumi, banjir, kebakaran hutan, dan sejenisnya. Apakah sudah masuk ke dalam kurikulum perguruan tinggi hingga melahirkan jurusan atau fakultas yang khusus mengkaji masalah-masalah tadi? Rutinitas banjir Jakarta, kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan, baru diterima dengan sikap nerimo, nasib. Padahal hal itu haru ditangani secara lengkap oleh para orang pintar Indonesia. Bukan mengandalkan bantuan masyarakat lain.


Sejarah geologi bumi Indonesia, terkait dengan peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi. Peristiwa yang, ternyata rutin berulang, setahun, dua tahun, sepuluh tahun, bahkan ratusan tahun, belum kita bukukan sebagai bahan kajian. Kekayaan kandungan bumi Indonesia yang pengolahannya lebih banyak diurus masyarakat lain, juga menunjukkan ketidaktahuan kita tentang cara mengelola dan mengatasi anugerah Allah itu. Belajar dari Google Earth dan program-program sejenisnya, kita akan sangat kecil dalam ketidakmampuan bergerak. Semua data tentang alam kita telah dikuasai oleh bangsa lain. Semua data tentang kekayaan kita sudah diketahui orang lain. Kita sendiri adem-ayem sebagai "itik bingung yang tiduran di atas tumpukan padi". 


Tidak terlambat jika kita mulai dari sekarang. Tentu, hasilnya bukan untuk generasi sekarang! Kita menata ulang sejarah kepemilikan kawasan negara ini dengan lebih baik, lebih jernih, lebih tertib administrasi, agar semua milik kita bisa kita ketahui, berapa, di mana, mengapa, untuk apa, dan bagaimana mengolahnya. Dan semua itu bisa dimulai dengan informasi yang jernih yang bisa diberikan kepada generasi muda, pewaris pengelolaan alam ini. Bukan informasi dan nilai instan yang ranum, yang menjadi materi ajar bagai siswa, tetapi informasi yang halal, thayyib, dan menyehatkan! Insya Allah!       

Thursday, 22 October 2009

KEBERHASILAN PERTAMINA MENGKONVERSI MINYAK TANAH KE LPG







Konversi Minyak Tanah ke LPG Berhasil Hemat Rp 10,7 Triliun Subsidi BBM 

Jakarta, Monday, October 19 2009 (16:28) 

Suksesnya program konversi LPG 3 kg dan terus dilakukannya penambahan fasilitas distribusi dan penimbunan LPG yang dilakukan Pertamina membuahkan apresiasi berupa penghargaan Dharma Karya Energi dan Sumber Daya Mineral Madya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (28/9).

Penghargaan diterima oleh Tim Implementasi Program Nasional Konversi Minyak Tanah ke LPG karena keberhasilan dilakukannya program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram yang telah dilakukan dari tahun 2007 hingga saat ini.

Penghargaan atas kesuksesan tersebut, diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Purnomo Yusgiantoro kepada PT Pertamina (Persero) yang telah mendistribusikan hampir 40 juta paket perdana konversi bagi kalangan rumah tangga dan usaha mikro. Sampai minggu kedua Oktober, besarnya akumulasi distribusi telah mencapai 39.885.177 tabung.

Untuk tahun 2009, tercatat hingga pertengahan Oktober 2009, Pertamina telah mendistribusikan paket kompor dan tabung sebanyak 20.138.021 Kepala Keluarga (KK) dan usaha mikro atau mencapai 85 persen dari target 23.772.582 paket pada akhir tahun ini.

Program konversi elpiji yang sukses digulirkan di Indonesia ini merupakan yang terbesar di dunia, karena konversi ini dilakukan dengan target 52 juta rumah tangga dalam waktu tiga tahun pada 2010 mendatang, bahkan program ini telah dipuji oleh World LP Gas Association sebagai model konversi dari pengguuna non-LPg ke LPG yang dapat dijadikan contoh negara-negara lain.

Pertamina juga mendapatkan penghargaan yang diwakili juga diterima oleh kepada Hanung Budya atas keberhasilan membangun infrastruktur LPG khususnya Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) sebanyak 103 buah. Selain itu, Pertamina juga membangun SPBE terbesar yang didukung 120 mesin pengisian Elpiji dan mempunyai kapasitas pengisian sebanyak 1.000 metrik ton per hari.

Konversi Minyak Tanah ke LPG

Sepanjang periode 2007-2009 program konversi ini dilakukan, telah berhasil menghemat subsidi negara sebesar Rp 19,98 triliun. Biaya yang dikeluarkan untuk paket konversi adalah sekitar Rp. 9,3 Triliun, sehingga total penghematan yang sudah dapat dilakukan negara adalah sekitar Rp. 10,7 Triliun.

Sejak dimulainya program konversi tahun 2007, konsumsi elpiji terus meningkat. Untuk tahun 2009 ini, Pertamina memprediksikan total penggunaan elpiji akan menembus angka 3 juta metrik ton. Angka tersebut terdiri dari 1,7 juta Mton untuk LPG PSO (bersubsidi) dan 1,3 juta Ton LPG Non Subsidi. Meningkatnya konsumsi terhadap bahan bakar gas elpiji harus diikuti dengan upaya perbaikan kinerja maupun insfrastruktur pendukung distribusi. Untuk itu, Pertamina mengupayakan percepatan pengembangan infrastruktur pendukungnya. Diantaranya pembangunan beberapa LPG Storage Terminal baik yang dilakukan oleh Pertamina maupun pihak ketiga sebagai mitra investasi.

Penarikan minyak tanah telah mencapai 97 persen yakni sebesar 4.045.928 Kilo Liter dari target APBN-P 2009 sebesar 4,1 juta Kilo Liter. Untuk realisasi refill (isi ulang tabung) dan perdana elpiji telah mencapai 1.301.070 Metrik Ton (MT) atau 77 persen dari target tahun 2009 ini 1.753.552 MT. Target 52 juta penerima paket perdana diharapkan dapat dituntanskan pada pertengahan tahun 2010 mendatang. 


Written by DIVISI KOMUNIKASI


Wednesday, 21 October 2009

Pertamina dalam WIKIPEDIA Bahasa Indonesia


Pertamina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

PT Pertamina (Persero)
Logo pertamina0.gif
Tipe
BUMN
Didirikan
10 Desember 1957
Letak
Jl. Medan Merdeka Timur 1A
Jakarta 10110
Telp : (021) 3815111, 3816111
Fax : (021) 3633585,3843882
Tokoh penting
Karen AgustiawanDirut
Industri
Minyak dan Gas Bumi
Situs
http://www.pertamina.com/
PT Pertamina (Persero) (dahulu bernama Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara) adalah sebuah BUMNyang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.
Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada tahun 2001. Perusahaan ini juga mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.
Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957. Penggabungan ini terjadi pada 1968. Direktur utama (Dirut) yang menjabat saat ini adalah Karen Agustiawan yang dilantik oleh Menneg BUMN Syofan Djalil pada 5 Februari 2009 menggantikan Dirut yang lama Ari Hernanto Soemarno. Pelantikan Karen Agustiawan ini mencatat sejarah penting karena ia menjadi wanita pertama yang berhasil menduduki posisi puncak di perusahaan BUMN terbesar milik Indonesia itu.
Kegiatan Pertamina dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia, terbagi ke dalam sektor Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak-Anak perusahaan dan perusahaan patungan.

Daftar isi

 [sembunyikan]

[sunting]Direktur Utama

Berikut adalah daftar Direktur Utama Pertamina:
No
Nama
Awal Jabatan
Akhir Jabatan
1
Soegijanto
1996
1998
2
Martiono Hadianto
1998
2000
3
Baihaki Hakim
2000
2003
4
Ariffi Nawawi
2003
2004
5
Widya Purnama
2004
2006
6
Ari Hernanto Soemarno
2006
2009
7
Karen Agustiawan
2009
sekarang

[sunting]Pertamina Hulu



Logo lama Pertamina selama 35 tahun sebelum digantikan logo baru pada 10 Desember2005
Kegiatan usaha Pertamina Hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyakgas, dan panas bumi. Untuk kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas dilakukan di beberapa wilayah Indonesia maupun di luar negeri. Pengusahaan di dalam negeri dikerjakan oleh PERTAMINA Hulu dan melalui kerjasama dengan mitra sedangkan untuk pengusahaan di luar negeri dilakukan melalui aliansi strategis bersama dengan mitra. Berbeda dengan kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi, kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi masih dilakukan di dalam negeri. Untuk mendukung kegiatan intinya, PERTAMINA Hulu juga memiliki usaha di bidang pemboran minyak dan gas.

[sunting]PT. Pertamina EP

Sebagai tindak lanjut dari UU Migas No. 22 tahun 2001, pada tanggal 13 September 2005 dibentuk PT. Pertamina EP yang merupakan anak perusahaan PT PERTAMINA (PERSERO) yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas untuk mengelola Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP) PERTAMINA kecuali untuk Blok Cepu dan Blok Randu Gunting.
Kegiatan eksplorasi ditujukan untuk mendapatkan penemuan cadangan migas baru sebagai pengganti hidrokarbon yang telah diproduksikan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga agar kesinambungan produksi migas dapat terus dipertahankan.
Pengusahaan minyak dan gas melalui operasi sendiri dilakukan di 7 (tujuh) Daerah Operasi Hulu (DOH). Ketujuh daerah operasi tersebut adalah DOH Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Sumatra Bagian Utara yang berpusat di Rantau, DOH Sumatra Bagian Tengah berpusat di Jambi, DOH Sumatra Bagian Selatan berpusat di Prabumulih, DOH Jawa Bagian Barat berpusat di Cirebon, DOH Jawa Bagian Timur berpusat di Cepu, DOH Kalimantan berpusat di Balikpapan, dan DOH Papua berpusat di Sorong.

[sunting]Perusahaan patungan

Aktivitas eksplorasi dan produksi dilakukan melalui operasi sendiri dan konsep kemitraan dengan pihak ketiga. Pola kemitraan dalam bidang minyak dan gas berupa JOB-EOR (Joint Operating Body for Enhanced Oil Recovery), JOB-PSC (Joint Operating Body for Production Sharing Contract), TAC (Technical Assistance Contract), BOB (Badan Operasi Bersama), penyertaan berupa IP (Indonesian Participation) dan PPI (Pertamina Participating Interest), serta proyek pinjaman; sedangkan pengusahaan panasbumi berbentuk JOC (Joint Operating Contract).
Sampai akhir tahun 2004 jumlah kontrak pengusahaan migas bersama dengan mitra sebanyak 92 kontrak yang terdiri dari 6 JOB-ER, 15 JOB-PSC, 44 TAC, 27 IP/PPI (termasuk BOB-CPP) dan 5 proyek loan. Sedangkan untuk bidang panas bumi terdapat 8 JOC.
Saat ini DOH yang dulu digabung menjadi 3 region, yaitu Region Sumatera berusat di Prabumulih: Region Jawa di Cirebon dan Region KTI (Kawasan Timur Indonesia) dengan pusatnya di Balikpapan.

[sunting]Panas bumi

Pengusahaan bidang panas bumi dilakukan di 3 (tiga) area panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 162 MW. Ketiga Area Panas Bumi tersebut adalah Area Sibayak (2 MW) di Sumatra UtaraKamojang (140 MW) di Jawa Barat dan Lahendong (20 MW) di Sulawesi Utara.

[sunting]Pengembangan usaha

Dalam hal pengembangan usaha, Pertamina telah mulai mengembangkan usahanya baik di dalam dan luar negeri melalui aliansi strategis dengan mitra. Pertamina juga memiliki usaha yang prospektif di bidang jasa pemboran minyak dan gas melalui Pertamina Drilling Service (PDS) yang memiliki 26 unit rig pemboran serta anak perusahaan PT Usayana yang memiliki 7 rig pemboran. Dalam kegiatan transmisi gas, Pertamina memiliki jaringan pipa gas dengan panjang total 3800 km dan 64 stasiun kompresor.

[sunting]Pertamina Hilir



Stasiun pengisian bahan bakar Pertamina
Kegiatan usaha PERTAMINA Hilir meliputi pengolahan, pemasaran & niaga dan perkapalan serta distribusi produk Hilir baik didalam maupun keluar negeri yang berasal dari kilang PERTAMINA maupun impor yang didukung oleh sarana transportasi darat dan laut. Usaha hilir merupakan integrasi Usaha Pengolahan, Usaha Pemasaran, Usaha Niaga, dan Usaha Perkapalan.

[sunting]Pengolahan

[sunting]Kilang minyak

Bidang Pengolahan mempunyai 7 unit kilang dengan kapasitas total 1.041,20 Ribu Barrel. Beberapa kilang minyak terintegrasi dengan kilang Petrokimia dan memproduksi NBBM.
Ketujuh Kilang minyak tersebut terdiri dari :

[sunting]Kilang LNG

Disamping kilang minyak, PERTAMINA Hilir mempunyai kilang LNG di Arun dan di Bontang. Kilang LNG Arun dengan 6 train dan LNG Badak di Bontang dengan 8 train. Kapasitas LNG Arun sebesar 12,5 Juta Ton sedangkan LNG Badak 18,5 Juta Ton per tahun.
Beberapa Kilang tersebut juga menghasilkan LPG, seperti di Pangkalan BrandanDumaiMusiCilacapBalikpapanBalongan, dan Mundu.
Kilang Cilacap adalah satu-satunya penghasil lube base oil dengan grade HVI- 60, HVI — 95, HVI -160 S dan HVI — 650. Produksi lube base ini disalurkan ke Lube Oil Blending Plant (LOBP) untuk diproduksi menjadi produk pelumas dan kelebihannya diekspor.

[sunting]Produk

  • Fastron adalah minyak lumas mesin kendaraan dengan bahan dasar semi synthetic
  • Prima XP SAE 20W - 50 adalah pelumas produksi Pertamina untuk mesin bensin
  • Mesran Super SAE 20W-50 adalah pelumas mesin bensin
  • Mesrania 2T Super-X adalah pelumas mesin bensin dua langkah yang berpendingin air seperti mesin tempel atau speed boat. Pelumas ini diproduksi oleh Pertamina. Juga cocok untuk penggunaan pada motor tempel yang lebih kecil dan mesin ketam, mesin gergaji, bajaj dan bemo.
  • 2T Enviro merupakan pelumas kendaraan 2 Tak dengan bahan bakar bensin juga pelumas semi sintetis yang dibuat dari bahan dasar pelumas mineral ditambah bahan dasar pelumas sintetis Poly Isobutylene. Direkomendasikan untuk digunakan pada mesin kendaraan 2 Tak berbahan bakar bensin dengan pendingin udara. Kendaraan-kendaran 2 Tak buatan Jepang seperti KawasakiYamahaSuzukiHonda dan Vespa, dapat juga digunakan untuk mesin gergaji (chain saw) dan mesin potong rumput.
  • Enduro 4T
  • Meditran
  • Rored

[sunting]Pranala luar

Wikimedia Commons
Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Pertamina